
Nama Gladis Dwi Atmaja terukir indah dalam rekam jejak prestasi Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sumberpucung (SMALOKA). Siswi berbakat ini membuktikan bahwa batas kemampuan tidak berhenti pada satu bidang, melainkan mampu berkembang pesat dari seni sastra kreatif hingga dunia riset ilmiah. Langkah awal Gladis mulai mencuri perhatian pada tahun 2021 saat duduk di kelas XI IPA 6. Ia berhasil menyabet Juara Pertama Lomba Cipta Puisi yang diselenggarakan oleh Penerbit Loka Media Cabang Palembang lewat karya puitisnya yang menyentuh, “Kisah-Kasihku, Mak.” Tidak berhenti di situ, bakat menulisnya juga bersinar di ranah cerita pendek. Dalam ajang Festival Literasi Siswa Indonesia (Felsi) besutan Kemendikbud R.I., Gladis sukses menembus posisi 16 besar dari total 1.444 peserta se-Indonesia. Pencapaian ini membawanya melenggang ke babak final nasional di bawah bimbingan sang guru, Siti Fatimah. Menariknya, perjalanan literasi Gladis mengalami transformasi yang luar biasa. Berawal dari sastra kreatif, ia kemudian mengepakkan sayapnya ke dunia Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dengan bimbingan Tim Gempita Smaloka.

Pada tahun 2022, saat berada di kelas XII IPA 6, Gladis bersama rekannya, Saniya Alin dan Syalsabilla, sukses meraih Juara Pertama LKTI Bioteknologi GENOM tingkat Jawa-Bali yang diadakan oleh HMPS Bioteknologi Universitas Negeri Malang. Mengangkat isu pemanfaatan sumber daya lingkungan yang berkelanjutan di bidang pangan, tim ini berhasil memukau para juri. Kiprah risetnya kian solid saat Gladis dipercaya menjadi ketua tim dan membawa kelompoknya menembus babak final Pekan Riset Ilmiah Mahasiswa Universitas Brawijaya. Puncak kebanggaan itu kembali terukir pada tahun 2023, menjelang momen kelulusannya. Gladis lagi-lagi mengharumkan nama SMALOKA setelah ide cerita serial anak-anak ciptaannya yang berjudul “Petualangan Crayon dan Kacamata Ajaib” berhasil lolos dan ditayangkan di stasiun televisi nasional, SCTV.
Dua garis perjalanan Gladis dari keindahan kata hingga ketajaman analisa ilmiah menjadi bukti nyata bahwa ketekunan dan dorongan untuk terus belajar mampu melahirkan karya-karya yang menginspirasi banyak orang.