
SUMBERPUCUNG — Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat patriotisme ditunjukkan oleh generasi muda SMAN 1 Sumberpucung. Pada Jumat, 14 Agustus 2026, perwakilan dari SMAN 1 Sumberpucung menggelar kegiatan dokumenter wawancara dengan berkunjung langsung ke kediaman seorang veteran perjuangan kemerdekaan dan pertahanan negara.
Rombongan siswa menyambangi kediaman Bapak Suharnu, seorang veteran yang kini menginjak usia 83 tahun, di Jalan Mentaraman RT 05 RW 01, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung. Kunjungan ini bertujuan untuk mendokumentasikan serta mendalami secara langsung kisah perjalanan hidup dan perjuangan sosok abdi negara yang penuh dedikasi tersebut.
Dari Kesatuan Batalyon 512 hingga Dunia Olahraga
Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Pak Suharnu membagikan kenangan masa mudanya saat pertama kali mendedikasikan hidup sebagai prajurit TNI. Karir militernya dimulai saat bertugas aktif di Batalyon Infanteri 512/Marabunta.
Selama menjadi prajurit aktif, Pak Suharnu tidak hanya dikenal tangguh di medan tugas, tetapi juga menonjol di bidang olahraga. Beliau memiliki keahlian luar biasa sebagai atlet lari dan pemain sepak bola mewakili kesatuannya. Berbagai prestasi cabang olahraga berhasil beliau sumbangkan, membuktikan bahwa seorang prajurit memiliki disiplin tinggi di segala bidang.
Palagan Timor Timur 1975: Pertaruhan Nyawa Demi Ibu Pertiwi
Puncak ujian pengabdian Pak Suharnu terjadi pada tahun 1975, saat beliau dikirim ke medan pertempuran dalam Operasi Seroja di Timor Timur. Di tengah medan yang ganas dan iklim konflik yang memanas, Pak Suharnu dan rekan-rekan prajurit bertaruh nyawa untuk menjaga keutuhan serta kedaulatan negara. Sampai di suatu momen genting dimana bapak suharnu hampir tertembak di area kepala, bersyukur masih bisa selamat.
“Di medan tugas Timor Timur, tidak ada kata gentar. Setiap langkah diatur oleh disiplin, dan setiap keputusan mempertaruhkan nyawa demi kibaran Sang Saka Merah Putih, “ kenang Pak Suharnu saat menceritakan perjuangannya di garis depan.
Beliau mengisahkan bagaimana perjuangan bergerilya menembus belantara Timor Timur, bertahan di bawah gempuran musuh, serta menjaga moral pasukan di tengah keterbatasan. Pengabdian panjang, loyalitas tanpa batas, serta dedikasinya di medan perang mengantarkannya meraih pangkat Pembantu Letnan Satu (Peltu) hingga akhirnya resmi dipindahtugaskan dan dinobatkan sebagai anggota Veteran Republik Indonesia.
Pesan untuk Generasi Muda: Berjuang Tanpa Senjata
Di akhir sesi wawancara, Pak Suharnu menitipkan pesan mendalam bagi para siswa dan seluruh generasi muda bangsa. Menurutnya, medan perjuangan masa kini telah berubah, namun semangatnya harus tetap sama dengan para pejuang terdahulu.
Pesan Bapak Suharnu untuk Generasi Muda: “Pemuda zaman sekarang berjuang tidak lagi harus mengangkat senjata seperti kami dulu. Berjuangnya anak muda masa kini adalah dengan berbuat baik, menjaga kejujuran, Tidak Minum-minuman keras, tidak tawuran, Hormat dan patuh kepada kedua orang tua serta menerapkan disiplin tinggi dalam setiap tindakan. Teruslah belajar dan berkarya untuk mengharumkan nama bangsa.”