Perpustakaan Widyaloka Manguri SMAN 1 Sumberpucung menjadi saksi kegiatan inovatif bertajuk “Saham Mapan” (Satu Hari Merajut Masa Depan), sebuah program literasi digital yang mengangkat tema “Penggunaan AI Sebagai Alat Bantu Penulisan Karya Tulis Ilmiah”. Acara ini diadakan pada hari Rabu, 28 Mei 2025, pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, dengan menghadirkan lebih dari 50 peserta yang berasal dari siswa kelas X dan XI.
Kegiatan ini merupakan inisiatif dari komunitas literasi sekolah Sadyakri (Sahabat Widyaloka Manguri), yang terus konsisten dalam mengembangkan budaya literasi dan pemanfaatan teknologi di lingkungan sekolah. Dalam era digital yang semakin berkembang pesat, kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan kepada siswa tentang pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses penulisan karya tulis ilmiah, baik dalam konteks akademik maupun pengembangan diri.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Bapak Ahmad Sudana Faisal, S.Pd. I., yang mewakili Ibu Kepala Sekolah karena sedang Dinas Luar. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Kecerdasan buatan bukan lagi hal yang asing. Dunia pendidikan harus beradaptasi, dan siswa-siswa kita harus siap menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan bertanggung jawab,” ujar Bapak Faisal.
Senada dengan itu, Kepala Perpustakaan Widyaloka Manguri, Bapak Danu Mukti, S.Sn., turut menyampaikan apresiasi atas antusiasme siswa terhadap kegiatan ini. Beliau juga menegaskan komitmen perpustakaan sebagai pusat literasi dan inovasi digital di lingkungan SMAN 1 Sumberpucung.
“Melalui kegiatan seperti ini, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang bertumbuhnya kreativitas dan keterampilan masa depan,” tuturnya.
Workshop ini menghadirkan Bapak Moh. Safi’i, S.Kom., M.Hum., seorang akademisi dan praktisi teknologi pendidikan dari Universitas Negeri Malang, yang dikenal luas karena kepakarannya dalam bidang AI dan pengembangan keterampilan abad 21. Dalam paparannya yang komunikatif dan interaktif, beliau mengulas berbagai aspek penting terkait AI dan aplikasinya dalam proses penulisan karya tulis ilmiah.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan dasar tentang Artificial Intelligence dan perkembangannya dalam dunia pendidikan, penggunaan AI generatif dalam menyusun gagasan, membuat outline, hingga menyunting tulisan ilmiah. Selain itu juga etika dan batasan penggunaan AI dalam konteks akademik, serta praktik langsung menggunakan tool AI untuk membantu menulis kerangka karya ilmiah.
Tak hanya menyampaikan teori, sesi workshop juga diselingi praktik langsung yang memungkinkan para peserta mengeksplorasi teknologi AI secara langsung menggunakan perangkat masing-masing, dengan bimbingan langsung dari pemateri. Antusiasme peserta tampak dari berbagai pertanyaan kritis yang diajukan, mulai dari cara menghindari plagiarisme hingga bagaimana AI bisa membantu menyusun argumen yang logis dan runtut dalam sebuah tulisan ilmiah.
Para peserta yang mengikuti kegiatan ini mendapatkan berbagai manfaat yang konkret, antara lain wawasan baru mengenai AI dan aplikasinya di dunia akademik, khususnya dalam konteks karya tulis ilmiah, pengalaman langsung menggunakan AI sebagai alat bantu produktivitas, menumbuhkan kepercayaan diri dalam menulis, pemahaman tentang etika penggunaan AI, yang sangat penting untuk menjaga orisinalitas dan kejujuran akademik, inspirasi untuk berkarya secara kreatif dan bertanggung jawab, seiring dengan berkembangnya teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.
“Ternyata AI bisa jadi partner belajar yang menyenangkan. Sekarang saya lebih percaya diri saat menyusun karya tulis karena tahu caranya memulai, membuat kerangka, dan memeriksa ulang tulisan dengan bantuan AI,” ujar Octavian Agesta kelas XI-10, sebagai salah satu peserta yang juga mengakui sangat terinspirasi oleh kegiatan ini.
Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Sumberpucung menunjukkan komitmen kuatnya dalam membekali siswa dengan kompetensi yang relevan di era digital. Pemanfaatan teknologi seperti AI dalam pendidikan bukan semata-mata tren, melainkan sebuah kebutuhan yang harus direspon secara cerdas dan bijak.
Koordinator Sadyakri menjelaskan, bahwa kegiatan “Saham Mapan” ini dirancang sebagai program literasi berkelanjutan yang akan terus dikembangkan.
“Kami ingin membangun budaya literasi digital yang kritis, kreatif, dan etis. Kegiatan ini adalah langkah awal, dan kami akan terus membuka ruang-ruang belajar yang inspiratif seperti ini ke depannya,” imbuhnya.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan souvenir dan cendera mata sebagai kenang-kenangan atas kegiatan yang sangat inspiratif ini. Para peserta mengakhiri kegiatan dengan semangat baru untuk menerapkan apa yang telah dipelajari. Harapannya, kemampuan literasi dan teknologi mereka semakin meningkat, serta mampu menciptakan karya ilmiah yang berkualitas dan orisinal.
Kegiatan ini menjadi contoh konkret bagaimana perpustakaan sekolah dapat bertransformasi menjadi pusat pengembangan literasi digital dan karakter siswa. SMAN 1 Sumberpucung kembali membuktikan bahwa pendidikan yang adaptif dan visioner adalah kunci untuk merajut masa depan yang gemilang. (*red)