Pucung : Buah yang bikin mabuk kepayang

Jika disebut buah pucung mungkin banyak yang tidak mengenalinya tetapi jika disebut kluwe atau kluwak maka banyak yang langsung tahu. Benar ini buah pucung adalah buah kluwek yang terkenal sebagai bumbu utama masakan rawon khas dari Jawa Timur.
Buah pucung dikenal luas dalam literatur botani sebagai Pangium edule. Secara klasifikasi ilmiah termasuk dalam Kingdom Plantae, divisi Magnoliophyta (Angiospermae), kelas Magnoliopsida (dikotil), Ordo Malpighiales, Famili Achariaceae, Genus Pangium dan spesies Pangium edule Reinw.

Pohon pucung berukuran besar, dapat mencapai tinggi 15–25 meter. Buahnya berbentuk bulat hingga lonjong, berkulit tebal dan keras. Di dalamnya terdapat biji besar yang setelah melalui proses fermentasi dikenal sebagai kluwek—bumbu penting dalam berbagai masakan Nusantara. Penting untuk diketahui biji dan bagian tertentu dari tanaman ini mengandung senyawa sianogenik (berpotensi menghasilkan asam sianida), sehingga harus diproses (direndam/fermentasi/direbus) sebelum dikonsumsi.

Di berbagai daerah buah ini memiliki banyak nama lokal, antara lain Pucung/Picung (Betawi, Sunda), Kluwek/Kluwak (Jawa), Kepayang (Melayu), Pangi (Sulawesi), Kalangkala darat (sebagian wilayah Kalimantan).
Jika masih ingat istilah lama ā€œmabuk kepayangā€ dalam bahasa Indonesia berasal dari efek keracunan ringan jika biji dikonsumsi tanpa pengolahan yang benar.

Buah Pucung memiliki beberapa manfaat dan kegunaan, antara lain sebagai bumbu masakan. Kluwek (biji pucung yang telah difermentasi) berwarna hitam pekat dan beraroma khas. Ia menjadi bahan utama pada masakan Rawon (Jawa Timur), Brongkos (Yogyakarta & Jawa Tengah), Pallubasa (Sulawesi Selatan). Kluwek memberikan warna hitam alami dan cita rasa gurih sedikit pahit yang khas. Citarasa dan warnanya sangat khas sehingga tidak bisa diganti dengan bahan-bahan yang lain.

Selain sebagai bumbu buah pucung juga memiliki manfaat secara tradisional yaitu dimanfaatkan untuk bahan pengawet alami (karena sifat antimikroba setelah fermentasi), ramuan obat luar tertentu serta pestisida nabati (bagian mentah yang beracun dimanfaatkan untuk mengusir hama). Namun, pemanfaatan untuk kesehatan harus berhati-hati dan berbasis pengetahuan yang benar karena kandungan toksinnya.

Manfaat lainnya adalah manfaat ekologis yaitu berfungsi sebagai sebagai peneduh dan tanaman konservasi. Buahnya dapat menjadi pakan satwa liar tertentu di habitat alaminya.

Persebaran dan habitat alami buah pucung adalah di wilayah tropis Asia Tenggara, terutama Indonesia (Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali), Malaysia dan Papua.

Di Indonesia, pohon pucung umumnya tumbuh di daerah dataran rendah hingga ketinggian ±800 mdpl, ditepi sungai atau lahan lembap, hutan sekunder dan pekarangan desa. Di Pulau Jawa, tanaman ini sering ditemukan di pedesaan dan dekat sumber air.

Buah pucung atau kluwek adalah kekayaan hayati Nusantara yang unik. Beracun saat mentah, tetapi bernilai tinggi setelah diolah dengan benar. Dari sisi kuliner, ia berperan penting dalam identitas masakan tradisional seperti rawon. Dari sisi budaya, istilah ā€œmabuk kepayangā€ menunjukkan betapa lama masyarakat mengenal sifat dan manfaat khas buah ini.

logo-smaloka-long.png
logo-smaloka-long
logo-smaloka-long
logo-smaloka-long
logo-smaloka-long
Kontak Kami :
Social media :