Belajar Mendalam di Era Digital, SMAN 1 Sumberpucung Siapkan Lompatan Baru

SMA Negeri 1 Sumberpucung kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas pendidikan melalui penyelenggaraan pelatihan bertajuk “Membangun Generasi Abad ke-21 dengan Pembelajaran Deep Learning” selama dua hari, yakni pada Selasa dan Rabu, 15–16 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan dilaksanakan di Gedung Serbaguna 2 SMAN 1 Sumberpucung.

Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Kepala SMAN 1 Sumberpucung, Sri Endang Hidajati, M.Pd., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya perubahan paradigma pembelajaran menuju pembelajaran mendalam yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Kita tidak hanya menyiapkan peserta didik untuk ujian, tetapi untuk hidup. Karena itu, kita harus membekali mereka dengan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif. Inilah esensi dari pembelajaran abad ke-21 yang harus kita internalisasikan,” ujar Bu Endang dengan penuh semangat.

Pada hari pertama, pelatihan difokuskan pada topik “Pembelajaran Mendalam” yang disampaikan oleh Drs. Pi’i, MM., selaku Pengawas Pembina SMA Kabupaten Malang. Dalam materinya, beliau menekankan bahwa pembelajaran deep learning bukan sekadar membuat siswa mengerti, tetapi juga mampu menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, bahkan menciptakan hal baru berdasarkan pengetahuan yang dimiliki.

“Guru perlu berpindah dari metode transfer ilmu menjadi fasilitator proses berpikir siswa. Pembelajaran harus bermakna, kontekstual, dan menantang kemampuan berpikir tingkat tinggi,” jelas Drs. Pi’i.

Para peserta juga diajak untuk berdiskusi dan mengkaji strategi perencanaan pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif siswa, serta penerapan asesmen autentik sebagai tolok ukur keberhasilan proses deep learning.

Pelatihan hari kedua menghadirkan dua narasumber dari Universitas Negeri Malang, yaitu Prof. Dr. Muntholib, S.Pd., M.Si. dan M. Muchson, Ph.D. dengan materi “Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Mendukung Pembelajaran Deep Learning.”

Dalam sesi ini, peserta dikenalkan pada berbagai perangkat dan teknologi berbasis AI yang dapat diintegrasikan ke dalam proses belajar mengajar, seperti ChatGPT, platform pembelajaran adaptif, hingga analisis data belajar siswa secara real-time.

“AI bukan untuk menggantikan guru, tetapi untuk memperkuat peran guru sebagai pengarah dan penggerak pembelajaran bermakna,” terang Prof. Muntholib.

M. Muchson, Ph.D., menambahkan bahwa pemanfaatan AI secara etis dan bijak bisa meningkatkan efektivitas serta efisiensi pembelajaran, khususnya dalam personalisasi materi sesuai kebutuhan siswa.

Salah satu peserta pelatihan, Inadia Prawesti A., S.Pd., yang juga bertugas sebagai pembawa acara, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan ini.

“Pelatihan ini membuka perspektif baru tentang bagaimana kita bisa mendesain pembelajaran yang benar-benar berdampak bagi siswa. Saya merasa lebih siap untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menantang,” ujarnya.

Sementara itu, Farid Wahyudi, S.Kom., MM., yang juga bertugas sebagai moderator pelatihan, menyampaikan pentingnya kesinambungan program pelatihan seperti ini.

“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti di sini. Ada tindak lanjut berupa komunitas praktisi atau sesi kolaboratif antarguru untuk mengimplementasikan apa yang sudah didapat,” ungkapnya.

Pelatihan ini tentunya menjadi langkah strategis SMAN 1 Sumberpucung dalam menyongsong pendidikan masa depan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga penguatan karakter dan kompetensi abad ke-21. (*redaksi)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *