SUMBERPUCUNG — Guna membekali tenaga pendidik dan generasi muda dengan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan masa kini, Universitas Brawijaya (UB) menggelar pelatihan intensif mengenai pemanfaatan fitur Pivot Table. Pelatihan ini diikuti secara antusias oleh perwakilan guru serta siswa yang ingin memperdalam kemampuan analisis dan manajemen data secara cepat serta akurat.
Acara yang berlangsung produktif ini dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas), Ibu Dra. Melaningrum Andarwati. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi akademis ini untuk meningkatkan daya saing guru maupun siswa di era berbasis data (data-driven)

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Universitas Brawijaya atas ilmu yang sangat aplikatif ini. Bagi bapak/ibu guru, keterampilan Pivot Table akan sangat membantu efisiensi pengolahan nilai dan administrasi kelas. Sedangkan bagi para siswa, ini adalah modal keterampilan (soft skill) yang luar biasa berharga untuk bekal kuliah maupun memasuki dunia kerja nanti,” ungkap Ibu Dra. Melaningrum Andarwati saat membuka acara.
Memasuki sesi inti, tim dosen dan instruktur ahli dari Universitas Brawijaya membimbing langsung para peserta di laboratorium komputer. Pelatihan dikonsep secara interaktif di mana guru dan siswa belajar bersama dari tingkat dasar, mulai dari menyusun data mentah, menyaring informasi penting, hingga menyajikannya menjadi laporan atau grafik ringkas yang mudah dipahami.
Kolaborasi belajar antara guru dan siswa ini menciptakan suasana kelas yang unik dan saling mendukung. Para siswa tampak cepat beradaptasi dengan rumus-rumus digital, sementara para guru memberikan perspektif mengenai implementasi pemecahan masalah dalam studi kasus nyata di sekolah.
Perwakilan tim pengabdian masyarakat dari Universitas Brawijaya menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk memperkecil kesenjangan keterampilan digital di lingkungan sekolah. Melalui pelatihan ini, diharapkan budaya melek data dapat tumbuh baik di lingkungan staf pengajar maupun di kalangan siswa sejak dini.
Pelatihan ditutup dengan sesi evaluasi singkat untuk melihat hasil praktik mandiri peserta, dilanjutkan dengan foto bersama antara tim Universitas Brawijaya, waka humas, serta seluruh guru dan siswa yang menjadi peserta. #BRANDINGSEKOLAH









