MALANG – Memasuki rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru, SMAN 1 Sumberpucung (Smaloka) berkomitmen membentengi para peserta didik baru dari berbagai tindakan negatif. Pada Kamis (16/07/2026), sekolah berkolaborasi dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang menggelar program “Jaksa Masuk Sekolah” (JMS). Menariknya, edukasi hukum kali ini dikemas secara santai dan kekinian melalui siaran khusus di studio Podcast Aksara “Atibrata Kumara Suara”.
Acara yang dipandu oleh tim branding sekolah ini mengupas tuntas isu krusial yang kerap membayangi dunia remaja, yakni perundungan (bullying) di sekolah dan perundungan siber (cyberbullying). Mengangkat tagline “Kenali Hukum, Sadar Hukum“, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber hebat dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, yaitu Muis Ari Guntoro, S.H., M.H. (Kepala Seksi Intelijen) dan Faizal Aditya Wicaksana, S.H. (Kasubsi II).
Edukasi Hukum yang Menyasar Gen Z
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Muis Ari Guntoro S.H., M.H, menegaskan bahwa pemahaman hukum harus ditanamkan sejak dini, terutama di masa transisi siswa SMP menuju jenjang SMA melalui momen MPLS.
“Masa MPLS adalah waktu yang paling krusial untuk menanamkan pondasi karakter. Kami ingin memastikan siswa baru Smaloka sadar hukum sejak hari pertama masuk sekolah. Mereka harus paham bahwa perundungan fisik, verbal, maupun sosial, memiliki konsekuensi hukum yang sangat berat, sekalipun pelakunya masih dikategorikan sebagai anak di bawah umur,” jelas Muis.
Di sisi lain, Faizal Aditya Wicaksana menyoroti maraknya gesekan antar-siswa di ruang digital. Melalui siaran podcast interaktif tersebut, ia memaparkan secara gamblang tentang jerat hukum Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
“Media sosial adalah ruang publik. Setiap komentar jahat, penyebaran hoaks, atau teror mental yang dikategorikan sebagai cyberbullying memiliki jejak digital yang tidak bisa dihapus. Kami berharap siswa baru Smaloka bijak menggunakan teknologi dan berani menyuarakan kebenaran,” tambah Faizal.
Inovasi MPLS yang Relevan dan Interaktif
Kepala SMAN 1 Sumberpucung, Iyut Meinarni, S.T mengapresiasi kehadiran Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang dalam menyemarakkan MPLS tahun ini. Format penuturan edukasi melalui podcast dinilai sangat efektif untuk menarik atensi siswa generasi Z dibandingkan dengan metode sosialisasi satu arah di aula terbuka. Sosialisasi hukum melalui Podcast Aksara ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda musiman di awal tahun ajaran. Pihak Smaloka berkomitmen untuk terus memanfaatkan media kreatif sebagai sarana edukasi karakter secara berkelanjutan, sehingga nilai-nilai yang dibawa dalam tema “Atibrata Kumara Suara” dapat benar-benar tertanam dalam kehidupan sehari-hari seluruh warga sekolah.