MALANG – SMAN 1 Sumberpucung (SMALOKA) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dan keterampilan digital bagi para guru dan siswanya. Melalui media komunikasi kreatif, sekolah ini menggelar sesi spesial pada Podcast “Aksara” (Atibrata Kumara Suara) yang membahas kolaborasi strategis antara SMAN 1 Sumberpucung dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) terkait program Training of Trainer (ToT) Prodistik.
Acara podcast yang berlangsung hangat dan interaktif ini dihadiri langsung oleh dua narasumber istimewa, yaitu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang, Ibu Dr. Dwi Anggraeni, S.Pd., M.Pd., serta perwakilan dari Tim Ahli Prodistik ITS, Bapak M. Zainul Asrori, M.Sc.
Dukungan Penuh Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Malang
Dalam sesi diskusi yang dilaksanakan hari rabu, 08 Juli 2026, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang, Dr. Dwi Anggraeni, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi dan dukungan penuhnya terhadap inisiatif kolaborasi ini. Beliau menegaskan bahwa langkah SMAN 1 Sumberpucung menggandeng ITS merupakan sebuah lompatan besar yang sangat relevan dengan tuntutan zaman.
“Kami dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang sangat mendukung penuh kegiatan Training of Trainer Prodistik ini. Peningkatan kompetensi guru melalui ToT adalah kunci utama agar transformasi ilmu digital kepada siswa dapat berjalan optimal. Kerja sama dengan kampus bereputasi seperti ITS akan memberi nilai tambah yang luar biasa bagi sekolah, sekaligus mempercepat kesiapan para siswa dalam menghadapi era digitalisasi,” tutur Dr. Dwi Anggraeni secara rinci.
Mengenal Lebih Dekat Program Prodistik ITS
Sementara itu, M. Zainul Asrori, M.Sc., selaku Tim Ahli Prodistik ITS, memberikan paparan mendalam mengenai esensi dan teknis pelaksanaan program Prodistik (Program Terapan Bidang TIK) itu sendiri. Beliau menjelaskan untuk apa program ini dirancang dan bagaimana mekanismenya di lingkungan sekolah.
Bapak Zainul Asrori memaparkan bahwa Prodistik hadir sebagai solusi untuk membekali siswa-siswi SMA dengan keterampilan terapan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang bersertifikat resmi dari ITS. Mekanismenya dilakukan dengan mengintegrasikan kurikulum TIK ITS ke dalam pembelajaran di sekolah, yang diawali dengan penguatan kapasitas para guru lewat Training of Trainer (ToT). Dengan demikian, guru-guru di SMAN 1 Sumberpucung memiliki standar kompetensi yang sama dengan instruktur dari ITS untuk melatih para siswa.
Apresiasi Produk Kebanggaan: Double Track SMALOKA Memikat Hati
Di akhir diskusi, suasana podcast menjadi semakin menarik saat membahas program unggulan lain dari sekolah, yaitu Double Track SMALOKA. Pada kesempatan tersebut, diperlihatkan berbagai output luar biasa hasil kreativitas siswa. Selain menyajikan hidangan spesial berupa kue bolu dan brownies yang lezat, program ini juga memamerkan produk tumbler (botol minum) dengan desain yang sangat menarik dan kekinian.
Dr. Dwi Anggraeni, S.Pd., M.Pd., memberikan pujian tinggi dan dukungan yang luar biasa terhadap variasi produk kewirausahaan ini. Beliau menekankan pentingnya hilirisasi produk sekolah agar tidak hanya berhenti di lingkungan internal, melainkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kue bolu dan brownies buatan siswa SMALOKA ini rasanya sangat enak, ditambah lagi dengan produk tumbler yang desainnya sangat menarik dan kreatif. Ini adalah bukti nyata keberhasilan program Double Track yang komprehensif, mencakup bidang kuliner hingga kerajinan terapan. Saya sangat mendukung agar seluruh output hasil karya sekolah ini terus dikembangkan, dikemas lebih profesional, dan dipasarkan secara luas ke masyarakat. Ini adalah modal berharga bagi anak-anak kita untuk belajar berwirausaha secara nyata sejak bangku sekolah,” pungkas Ibu Kacabdin menutup diskusi.
Lewat tayangan Podcast Aksara kali ini, SMAN 1 Sumberpucung membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada keunggulan akademik dan teknologi, melainkan juga sukses mencetak generasi yang mandiri, kreatif, dan berjiwa wirausaha. (Tim Branding Sekolah)