Smaloka Jadi Bagian Gerakan Masif: Sukseskan Peluncuran Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP)

SMAN 1 Sumberpucung (Smaloka) kembali menunjukkan eksistensinya dalam mendukung kebijakan strategis Provinsi Jawa Timur. Kali ini, Smaloka berpartisipasi aktif dalam peluncuran Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), sebuah inisiatif dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang bertujuan membangun kemandirian pangan dari lingkungan sekolah.

Kegiatan yang digelar secara hibrida ini menggabungkan pertemuan virtual melalui Zoom dengan aksi nyata di lapangan. Smaloka tidak hanya mengikuti seremoni secara daring, tetapi juga langsung mempraktikkan semangat ketahanan pangan dengan penanaman bibit tanaman di lahan sekolah.

Kolaborasi dan Aksi Nyata di Lingkungan Smaloka

Suasana di Smaloka tampak penuh semangat dengan kolaborasi antara guru, tenaga kependidikan, pengurus OSIS, hingga anggota Pramuka. Aksi menanam bibit ini menjadi bukti komitmen sekolah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang peduli terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.

Menariknya, pada momen ini SMAN 1 Sumberpucung juga menjadi titik temu kolaborasi antar instansi. Kepala SMAN 1 Sumberpucung, Iyut Meinarni, ST., terpantau hadir secara langsung di Smaloka untuk mengikuti rangkaian acara serupa, menunjukkan bahwa Smaloka menjadi salah satu sekolah yang ikut berkontribusi dalam menyukseskan program ini.

Apresiasi dari Gubernur dan Kepala Dinas Pendidikan

Program SIKAP ini merupakan gerakan berskala besar yang melibatkan 110.481 peserta dari 754 lembaga pendidikan (SMA, SMK, dan SLB) di seluruh Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh sekolah yang terlibat.

“Ketahanan pangan berkelanjutan bisa diinisiasi oleh SMA, SMK, dan SLB. Mereka dipandu oleh guru-guru yang luar biasa. Melalui SIKAP, kita tidak hanya berbicara, tapi kita bekerja dan berinovasi menyiapkan format ketahanan pangan,” tegas Khofifah dalam sambutannya.

Senada dengan Gubernur, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menekankan bahwa program ini adalah media pembelajaran karakter. Melalui SIKAP, siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mempraktikkan kemandirian, kepedulian lingkungan, dan semangat gotong royong di kebun sekolah.

Menuju Sekolah Mandiri Pangan

Bagi SMAN 1 Sumberpucung, partisipasi dalam program SIKAP bukan sekadar mengikuti tren, melainkan langkah nyata untuk membekali siswa dengan keterampilan hidup (life skills). Dengan memanfaatkan lahan sekolah untuk produktivitas pangan, Smaloka berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dan peduli terhadap kedaulatan pangan bangsa.

logo-smaloka-long.png
logo-smaloka-long
logo-smaloka-long
logo-smaloka-long
logo-smaloka-long
Kontak Kami :
Social media :